BEM CIANJUR Gelar Aksi dan Segel Gedung Dinas Pendidikan

Cianjur, Bryna.id – Keluh kesah mahasiswa sebagai Agen Perubahan di era New Normal, Aliansi BEM Cianjur merasa dalam masalah besar.

Dari keluhannya itu Aliansi BEM Cianjur memilih melakukan Aksi dan menyegel Dinas Pendidikan untuk menyampaikan aspirasi-aspirasinya yang ditargetkan pada ranah pembelajaran online, aksi tersebut dilakukan tepat di hari Pendidikan Nasional (04/05/21).

6 Universitas yang tergabung di Aliansi BEM Cianjur, yaitu, UNSUR, AL-AZHARI, AL-AZAMI, STISNU, UNPI, AL-ITTIHAD, STISIP.

“Dalam memperingati hari Pendidikan Nasional, Aliansi BEM Cianjur menyegel dinas Pendidikan karena di rasa dinas Pendidikan Kab.Cianjur tidak memberikan penjelasan dan penekanan pembelajaran secara daring karena di rasa dan di lihat tidak efektif untuk pembelajaran secara daring.” Kata Mundzir Rifa’i, Presiden Mahasiswa STAI Al-Ittihad.

“Pada saat ini belum ada kejelasan bagaimana sistematis pembelajaran yang seharusnya dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang berada di kabupaten Cianjur disaat pandemi ini terutama dalam pendidikan jarak jauh / daring, sehingga yang terkena imbasnya bukan hanya tenaga pengajar saja melainkan siswa juga secara tidak langsung terkena dampaknya, baik dari segi pembelajaran maupun pembentukan karakter. Dan bila sistem daring ini berlangsung dalam jangka waktu lama maka yang terkena imbasnya bukan hanya sektor pendidikan saja melainkan dapat berpengaruh kepada sektor sektor yang lainnya juga. Maka dari itu saya memberikan saran kepada pemerintah daerah terutama dinas pendidikan untuk segera membentuk aturan yang akan menjadi acuan bagi satuan pendidikan, sehingga dimasa pandemi dan masa transisi menuju era new normal nanti sistem pembelajaran akan lebih efektif, dan harapannya hak hak pelajar dapat terpenuhi dengan semestinya” Kata Mundzir Rifa’i, Presiden Mahasiswa STAI Al-Ittihad.

“Pemerintah Kabupaten Cianjur seharusnya memberikan sistematika pembelajaran daring yang lebih jelas melalui dinas pendidikan kabupaten Cianjur. Sudah menjadi kewajiban dinas pendidikan untuk meningkatkan kesejahteran hidup tenaga pendidik, terutama untuk guru ditengah kondisi Pandemi Covid 19 yang telah berlangsung hampir selama satu tahun. Dunia pendidikan tak lepas dari para pejuang yang tulus tanpa tanda jasa dan berusaha secara maksimal untuk mewujudkan index pembangunan manusia khususnya dalam ranah pendidikan di kabupaten Cianjur. Pemerintah kabupaten Cianjur pun semestinya memberikan fasilitas dan memperhatikan warga masyarakat kalangan menengah kebawah untuk mensejahterakan sektor ekonomi pendidikan saat ini, karena generasi millenial seharusnya menjadi generasi yang cerdas dalam berkehidupan dan berbangsa. Maka dari itu untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, dengan semangat bergerak serentak kita mahasiswa sebagai kaum penggerak serta kaum pembebasan harus terus mengawal dan mensejahterakan dunia pendidikan dari seluruh komponen yang ada agar terwujudnya bangsa yang cerdas seutuhnya” Kata Ahmad Abdul Latif, Presiden Mahasiswa UNSUR.

Baca Juga  12 Tersangka Korupsi 32.5 Miliar Ini Segera Disidangkan

“Hari Pendidikan Nasional ini bukan hanya diperingati sebagai hari bersejarah saja. Namun sudah seharusnya diimplementasikan oleh seluruh aspek terkait agar terciptanya pendidikan yg berkualitas terutama di Kabupaten Cianjur. Sudah satu tahun lebih masa pandemi berjalan, sistem pendidikan yang dirasakan belumlah maksimal. Malah semakin adanya ketidakjelasan dari pemerintah, bagaimana menyikapi pendidikan di masa pandemi ini apakah harus terus berjalan secara daring ataupun tidak? Ketidakjelasan ini dirasakan baik itu oleh pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Tentunya ini tidak boleh dibiarkan terus berlarut agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan baik dan merata sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan masyarakat” Kata Hilmy Presiden Mahasiswa UNPI.

“Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum untuk kita mengevaluasi serta merefleksikan sudah sejauh mana efektifitas pembelajaran secara daring ini karena walaupun dari segi Transfer of Knowledge bisa teratasi, akan tetapi dari segi Transfer of Skill, Transfer of Value belum bisa tercapai, Sedangkan untuk tercapainya tujuan dari pendidikan sendiri bukan hanya aspek Kognitif saja yang diutamakan, melainkan Aspek Afektif dan Psikomotorik pun harus diutamakan pula, apalagi untuk anak yang mengenyam pendidikan ditingkatan dasar dan menengah ” Kata Fairiza, Presiden Mahasiswa STAI Al-Azhari

“Di daerah terutama untuk cianjur yang saat ini sedang krisis pendidikan dengan IPM terendah di jawa barat, saya ABDUROHMAN PERWAKILAN BEM STISNU merasa tidak ada langkah serius dari jajaran pemerintah Kab Cianjur terutama dari dinas pendidikan Kab Cianjur untuk keluar dari zona merah masa degradasi pendidikan di daerah saya rasa dinas pendidikan dari awal pun tidak becus mengurusi permasalahan pendidikan yang ada di kab cianjur Harus ada formulasi baru dan trasnfaransi anggaran untuk dapat setiap insan intelektual dapat mengawal setiap anggaran yang masuk dan keluar, Ada keseriusan juga agar dalam membuat setiap kebijakan dan peraturan yang memang dirasa sudah ampuh maupun pas dan felefansip jika harus di terapkan di daerah Cianjur. Kami muncul dari kesadaran dan dirasa saat ini cianjur yang kita pijaki sedang tidak baik-baik saja, maka perlawanan adalah jalan keluar untuk IPM yang lebih baik.” Kata Abdurohman, Perwakilan BEM STISNU.

Baca Juga  Prajurit dan Persit Yonif MR 411 Hadiri Penyuluhan Hukum Dari Divif 2 Kostrad

“Perlu adanya evaluasi model pengajaran dan pembelajaran daring juga pengembangan kapasitas guru dan staff pendukung untuk sistem pembelajaran daring karena yang terjadi di lapangan imbas dari sistem pembelajaran daring ini cukup membuat tenaga pendidik juga siswa kewalahan. Jika orientasi, kebijakan dan praktik pendidikan di Indonesia tidak berubah dan tidak efektif, maka akan lebih banyak anak yang tertinggal dalam proses pembelajaran, terutama bagi kelompok ekonomi miskin. Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2021, Saya menekankan kepada pemerintah kabupaten Cianjur agar lebih fokus menangani permasalahan bidang pendidikan, sebab keterjaminan sekolah dan pendidikan yang berkualitas merupakan investasi sebuah negara.” Kata Dea Ayu Peronika, Presiden Mahasiswa STISIP Guna Nusantara.

“Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Al-Azami Cianjur melayangkan sikap pernyataan TIDAK SETUJU terhadap kebijakan pemerintah terhadap Pembelajaran Daring saat ini, dengan meninjau dan memperhatikan sikap Pemerintah yang terlalu Molor terhadap Pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya di Cianjur. Disamping itu, Pembelajaran Daring dinilai tidak begitu Efektif untuk Proses Pembelajaran dikarenakan terhambat oleh beberapa faktor yaitu faktor Ekonomi Masyarakat, Signal yang ada dipelosok daerah, biaya yang cukup besar untuk membeli kuota internet, kurangnya berinteraksi dengan teman dan guru, menurunnya pendidikan karakter di sekolah, tuntutan ekonomi rendah yang memaksa masyarakat untuk melakukan pelanggaran hukum”. Kata Muhamad Rizki, Presiden Mahasiswa BEM STIT Al-Azami Cianjur.

Aliansi BEM Cianjur menuntut pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar segera meminta keluhannya, serta menyusun langkah kongkrit dalam berjalannya pendidikan dimasa pandemi.

(GD)

Berita Rakyat Nasional (Bryna.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published.