Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Tanggapi Kasus Mensos Juliari

Menteri Sosial Juliari. (ist)

Jakarta, Bryna.id – Setelah Menteri Sosial, Juliari P Batubara, ditetapkan sebagai tersangka korupsi bantuan sosial covid-19 untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.
Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), memberi keterangan terakhir tentang besarnya biaya yang disunat dalam setiap paket diberikan oleh Kemensos.

Awalnya Politisi Partai PDI Perjuangan itu diduga mendapatkan jatah atau fee sebesar Rp 10 ribu per paket bansos.

Dari program bansos Covid-19, Juliari dan beberapa pegawai Kementerian Sosial mendapatkan Rp 17 miliar. Sebanyak Rp 8,1 miliar diduga telah mengalir ke kantong politisi PDI Perjuangan itu.

koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menyatakan telah membuat perhitungan dana bansos Covid-19 yang disunat oleh eks Menteri Sosial, Juliari P Batubara.

Dari hasil perhitungannya, paket bansos yang disunat oleh Juliari bukan Rp 10 ribu seperti yang diumumkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dana bansos Covid-19 yang disunat diduga mencapai Rp 33 ribu per paket bantuan.

Boyamin menjelaskan, sejak awal timnya sudah memiliki perhitungan lain terkait nominal dana yang disunat oleh Juliari pada setiap paket yang dibagikan ke masyarakat.

Baca Juga  PSBB Total, Surya Alga Amanah Perketat Pasar Tasik Cideng

“Kira-kira gambarannya berapa per paket bansos yang dikorup, dugaan dari hitunganku adalah Rp 28 ribu ditambah Rp 5 ribu menhadi Rp 33 ribu,” kata Boyamin dikutip dari Hops.id, Jumat (11/12/2020).

Perhitungan dugaan Rp 33 ribu per paket bansos yang disunat oleh Juliari itu bukan tanpa dasar.

Boyamin mengaku telah melakukan serangkaian survei lapangan untuk mencari tahu harga barang yang seringkali dibagikan oleh Kemensos.

Tak hanya itu, ia juga melihat adanya kemungkinan potongan dana untuk keperluan lain.

“Anggaran Rp 300 ribu terus dipotong Rp 15 ribu untuk transport, lalu Rp 15 ribu untuk goodie bag. Jadi, seakan-akan pemborong mendapatkan Rp 270 ribu,” ungkapnya

Berdasarkan survei lapangan, harga barang yang diberikan kepada masyarakat dalam tiap paket hanya bernilai Rp 188 ribu saja.

“Berdasarkan barang yang ada di lapangan yang di terima masyarakat senilai Rp 188 ribu, artinya dugaan yang dikorupsi Rp 82 ribu,” tuturnya.

Baca Juga  Tersangka Penyebar Video Syur Mirip Gisel Akhirnya Ditangkap

Ia menjelaskan, dalam program pendanaan bansos, pemenang tender diperbolehkan mengambil keuntungan maksimum 20 persen.

Sehingga sebanyak 20 persen dari dana awal yang diajukan adalah sebesar Rp 54 ribu.

“Dari selisih Rp 82 ribu dikurangi Rp 54 ribu (untuk keuntungan pemenang tender). Jadi kira-kira yang dikorupsi seharga Rp 28 ribu per paket untuk barang. Nah, untuk goodie bag ada sekitar Rp 5 ribu, jadi Rp 28 ribu ditambah Rp 5 ribu jadi Rp 33 ribu,” paparnya.

Meski demikian, Boyamin belum meyakini sepenuhnya apakah dugaan korupsi Rp 33 ribu per paket tersebut sepenuhnya mengalir ke kantong Juliari atau dibagi ke kantong pejabat lainnya.

Boyamin tak menutup kemungkinan dana korupsi tersebut bisa dibagikan untuk pejabat hingga pemborong lainnya.

“Rp 23 ribu (selisih dana yang diduga dikorupsi Juliari) bisa saja untuk bancakan. Ada ke pejabat, ke pemborong sendiri,” tukasnya.

(AY)

Berita Rakyat Nasional Bryna.id

Sumber : Swamedium.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.